MAKALAH
IMAN KEPADA MALAIKAT
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Aqidah
Akhlak
Disusun Oleh:
KELOMPOK II
Nama kelompok:
Mella Martika
Putri
Karmila
Dosen Pengampu
Yusuf
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH SYEKH
BURHANUDDIN
(STIT- SB) PARIAMAN
T. A 2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas terselesainya makalah ini, walaupun masih jauh dari kesempurnaan.
Makalah yang kami buat berisi materi
tentang Iman Kepada Malaikat.
Makalah ini memberi perhatian yang besar
terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi maupun ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, selain menyajikan makalah yang di kehendaki, makalah ini juga
menyajikan aplikasi keimanan kita dalam kehidupan sehari- hari, baik dalam
bidang IPTEK maupun non IPTEK. Di dalam makalah ini, kita temukan tentang
keimanan manusia untuk beribadah kepada Malaikat .
Akhir kata, tiada gading yang tak retak, kami juga
sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk kelancaran
pembuatan makalah ini. Demikian pula dengan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami
nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Pariaman, Februari
2017
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Malaikat adalah makhluk ghaib yang
diciptakan Allah dari cahaya, senantiasa menyembah Allah, tidak pernah
mendurhakai perintah Allah serta senantiasa melakukan apa yang diperintahkan
kepada mereka. Dalam bab ini, kita akan membahas tentang Iman kepada Malaikat.
Rukun akidah yang kedua setelah iman kepada Allah, adalah iman kepada adanya
malaikat. Iman kepada malaikat lebih didahulukan daripada iman kepada nabi dan
rasul, hal ini dikaitkan dengan salah satu fungsi utama malaikat, yaitu sebagai
penyampai wahyu Allah kepada nabi-Nya.
Salah satu dalil untuk mengetahui keberadaan malaikat adalah melalui berita yang mutawatir (akurat), dan satu-satunya berita yang paling akurat adalah berita yang dibawa Nabi Muhammad SAW, yaitu Al Qur’an. Dalam Al Qur’an masalah malaikat disebutkan lebih dari 75 kali, tersebar dalam 33 surat .
Salah satu dalil untuk mengetahui keberadaan malaikat adalah melalui berita yang mutawatir (akurat), dan satu-satunya berita yang paling akurat adalah berita yang dibawa Nabi Muhammad SAW, yaitu Al Qur’an. Dalam Al Qur’an masalah malaikat disebutkan lebih dari 75 kali, tersebar dalam 33 surat .
Walaupun manusia tidak dapat melihat
malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh
manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu
menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti
terjadi kepada Nabi Ibrahim.
B. Rumusan masalah
1.
Bagaimana
kita mengimani malaikat?
2.
Bagaimana
perilaku beriman kepada malaikat.
BAB II PEMBAHASAN
A. IMAN KEPADA MALAIKAT
1. Pengertian Iman Kepada Malaikat
Iman menurut bahasa adalah membenarkan, meyakini dengan hati atau
percaya, sedangkan menurut syara’ iman itu bukanlah suatu angan-angan akan
tetapi apa yang telah mantap dalam hati dan dibuktikan lewat amal perbuatan.[1] Hal ini tercermin dalam salah satu hadis Nabi yang berikut ini:
Yang Artinya:
“Iman itu bukanlah dengan angan-angan tetapi apa yang
telah mentap di dalam hatimu dan dibuktikan kebenarannya dengan amal”.
Dalam
Ensiklopedia Nasional Indonesia dikatakan bahwa:
“Iman secara bahasa berasal dari kata anamah yang berarti
menganugrahkan rasa aman dan ketentraman, dan yang kedua masuk ke dalam suasana
aman dan tentram, pengertian pertama ditunjukkan kepada Tuhan, karena itu salah
satu sifat Tuhan yakni, al-Makmun, yaitu Maha Memberi keamanan dan
ketentraman kepada manusia melalui agama yang diturunkan lewat Nabi. pengertian
kedua dikaitkan dengan manusia. Seorang
mukmin (orang yang beriman) adalah mereka memasuki dalam suasana aman dan
tentram menerima prinsip yang telah ditetapkan Tuhan”.[2]
Dari beberapa keterangan di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan
sebagai bahan referensi bahwa pengertian bahwa iman adalah keyakinan yang kuat
dan kepercayaan penuh terhadap suatu subjek, gagasan dan doktrin. Dengan kata lain, tidaklah sempurna iman seseorang
kalau hanya menyakini dengan hati tanpa dibarengi dengan amal perbuatan.
Sedangkan
menurut Istilah, Ali Mustafa al-Ghuraby menyatakan:
“Sesungguhnya
Iman itu adalah ma’rifah dan pengakuan kepada Allah swt Dan Rasul-Rasul-Nya
(atas mereka keselematan)".
Dan
menurut Jumhur Ulama yang dikemukakan oleh al-Kalabadzy:
”Iman
itu adalah perkataan, perbuatan dan niat, dan arti niat adalah
pembenaran".
Dari definisi bahasa dan istilah diatas. maka dipahami
bahwa para pakar sepakat bahwa iman adalah pembenaran dengan hati. Adapaun
mengenai ucapan dan pengamalan anggota badan, maka sebagian ulama memasukkannya
sebagian dari pada iman sedang lainnya menempatkan sebagai kelengkapan saja.
Menurut bahasa kata “ Malaikat “ merupakan kata
jamak yang berasal dari kata mufrad “Malak” yang berarti Kekuatan, dalam
mengemban misi dan tugasnya, para malaikat disebut juga dengan “Ar-Rusul” yang
bearti utusan Allah .
Jadi,
pengertian Iman Kepada Malaikat Allah secara Bahasa ialah “percaya”, sedangkan secara Istilah iman kepada
malaikat adalah “meyakini
sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menciptakan Malaikat sebagai makhluk ghaib
diutus untuk melaksnakan segala perintah-Nya”[3]
Malaikat
adalah kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk dan taat pada perintah serta
ketentuan Allah SWT. Malaikat berasal dari kata malak bahasa arab yang artinya
kekuatan. Dalam ajaran agama islam terdapat 10 malaikat yang wajib kita ketahui
dari banyak malaikat yang ada di dunia dan akherat yang tidak kita ketahui.
Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.
Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.
Perlu diketahui, malaikat terkadang disebut
Al- mala, Al-ala (kelompok tertinggi) adalah makhluk tuhan yang diciptakan dari
an- nur(cahaya). Dan Allah menciptakan malaikat terdapat empat malaikat yang
mulia, yaitu: israfil, mikail, jibril dan izrail. Kepada keempat malaikat yang
empat itulah kemudian Allah menyerahkan segala urusan para makhluk yang berada
didalam semesta ini. Kemudian kepada malaikat jibril Allah msemberi tugas
sebagai penyampai wahyu dan risalah. Pada malaikat mikail Allah memberi tugas
sebagai pengatur hujan dan membagi rizki. Kepada malaikat Izrail Allah memberi
tugas sebagai pencabut nyawa dan pada malaikat Israfil Allah memberinya tugas
sebagai peniup sangkakala.
Dalam suatu riwayat Ibnu Abbas ra. Berkata:
bahwasanya malaikat isrofil memehon kepada Allah SWT agar diberinya kekuatan
untuk membawa langit tujuh. Kemudian Allah mengabulkannya dan memberinya
kekuatan lagi untuk menguasai angin. Allah juga memberinya kekuatan untuk
mencabut gunung. Kemudian Allah memberinya kekuatan memegang binatang buas dan
Allah memberinya rambut yang lebat yaitu mulai dari bawah kedua telapak kakinya
hingga kepalanya. Sedangkan beberapa mulut dan lisannya ditutup dengan beberapa
hijab yang sama membaca tasbih kepada Allah disetiap lisannya dengan seribu
bahasa. Kemudian dari isrofil itulah Allah menciptakan sejuta malaikat yang
sama membaca tasbih kepada Allh SWT sampai hari kiamat.
Maksud iman kepada malaikat adalah
mengimani bahwa mereka adalah perantara antara Allah dan rosulnya, dalam
menurunkan kitab- kitab-Nya dan menyampaikan perintah dan larangannya. Mereka
adalah utusan Allah kepada para Rosul-Nya. Oleh karena itu, barang siapa yang
tidak mengimani mereka maka ia kafir terhadap kitab-kitab dan para rosul-Nya .
seperti dijelaskan ayat di bawah ini bahwa sudah menjadi keharusan bagi setiap
umat Islam yang mengaku beriman, untuk meyakini keberadaan malaikat.
آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ
إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ
Terjemahan:
“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah Malaikat-malaikat-Nya…”[4]
“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah Malaikat-malaikat-Nya…”[4]
Sebab itu pula, iman kepada malaikat
didahulukan daripada iman kepada kitab dan rosul-Nya. Sebagaimana yang terdapat
dalam Al-qur'an dan hadist.
Imam Al-jalil alhadhrowi berkata dalam
kitab syu'ab al-iman, "ketahuilah semoga Allah memberikan rahmat padamu
bahwa iman kepada malaikat itu wajib seperti iman kepada para rosul. Orang yang
menentang iman kepada malaikat adalah kafir dan Allah tidak menerima
keimanannya. Karena ia telah mendustai kitab-kitab dan para rosul-Nya".
Antara malaikat satu dengan yang lainnya
memeliki beberapa perbedaan,seperti kedudukan dan bahwa Allah SWT menciptakan
malaikat bersayap. Jumlah sayap merekapun berbeda-beda tergantung dengan
kehendak Allah SWT. Kedudukan dan status malaikat serta kemampuan cepat atau
lambat serta perpindahan mereka dari satu tempat ke tempat yang lain.
2. Makna Malaikat
a) Menurut mayoritas ulama Islam, malaikat adalah makhluk halus yang
diciptakan dari cahaya dan mampu berubah-ubah bentuk yang berbeda.
b) Menurut sekte Nasrani, malaikat adalah ruhyang telah terpisah dari
tubuhnya, dapat berbicara, dan memiliki sifat bersih dan baik.
c) Menurut golongan penyembah
berhala, malaikat adalah
bintang yang bertugas memberi kebahagiaan atau kesengsaraan.
Malikat pemberi kebahagiaan
disebut Malaikat Rahmah, dan malaikat yang memberi kesengsaraan disebut
malaikat azab.
Dengan
demikian bintang menurut
mereka adalah makhluk hidup
yang dapat berbicara.[5]
B. DALIL NAQLI IMAN KEPADA MALAIKAT
Sebagai rukun iman yang kedua, iman kepada
Malaikat ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Di
antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada Malaikat
antara lain :
a. Q.S Al-Baqarah 285:
z`tB#uä ãAqß§9$# !$yJÎ/ tAÌRé& Ïmøs9Î) `ÏB ¾ÏmÎn/§ tbqãZÏB÷sßJø9$#ur 4 <@ä. z`tB#uä «!$$Î/ ¾ÏmÏFs3Í´¯»n=tBur ¾ÏmÎ7çFä.ur ¾Ï&Î#ßâur w
ä-ÌhxÿçR ú÷üt/ 7ymr& `ÏiB ¾Ï&Î#ß 4 (#qä9$s%ur $uZ÷èÏJy $oY÷èsÛr&ur ( y7tR#tøÿäî $oY/u øs9Î)ur çÅÁyJø9$# ÇËÑÎÈ
Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang
diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.
Semuanya beriman kepada Allah , malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan
rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka
mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa):
"Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
b. QS AT Tahrim: 6
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3Î=÷dr&ur #Y$tR $ydßqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÏtø:$#ur $pkön=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâxÏî ×#yÏ© w
tbqÝÁ÷èt ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtur $tB tbrâsD÷sã ÇÏÈ
Artinya : Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
c. Hadits
خَلَقْتُ المَلآَئِكَتُ مِنً نُوْرِ وَخَلَقَ
الْجِانِّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارِ وَخَلَقَ اَدَمٌ مِمَّا وَصِفٌ لَكُمْ
( رواه البخاري )
“Malaikat itu diciptakan dari cahaya
sedangkan jin dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang telah
diterangkan pada kamu semua”. (dari tanah). (H.R. Bukhari).
C. ASAL PENCIPTAAN MALAIKAT
Allah Ta`ala menciptakan
malaikat dari cahaya. Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam hadits dari Ummul
Mu`minin `Aisyah radhiyallah `anha, dia mengatakan bahwasanya
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat
diciptakan dari cahaya.” (HR. Muslim)
1. Jumlah Malaikat
Jumlah mereka sangat banyak. Hanya Allah
saja yang tahu berapa banyak jumlah mereka. Allah Ta`ala berfirman
yang artinya: “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia
sendiri.” (QS. Al-Muddatstsir: 31) Ketika
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallammelakukan Isra`
Mi`raj, berkata Jibril `alaihis salam kepada beliau: “Ini
adalah Baitul Ma`mur. Setiap hari shalat di dalamnya 70 ribu malaikat. Jika
mereka telah keluar, maka mereka tidak kembali lagi…. ” (Muttafaqun
`alaihi)
hal ini terjadi pada perang badar ketika
Allah menurunkan beribu- ribu malaikt yang membantu kaum muslimin untuk melawan
musuh islam yaitu bangsa Quraisy.
D. NAMA DAN TUGAS MALAIKAT
Malaikat merupakan ciptaan Allah yang
berwujud sebagai makhluk halus dan ghaib, sehingga Malaikat bersifat abstrak
dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani
berjumlah 10, yaitu :
|
No
|
Nama Malaikat
|
Tugas
|
|
1
|
Jibril
|
Menyampaikan wahyu
|
|
2
|
Mikail
|
Membagi rejeki
|
|
3
|
Izrail
|
Pencabut nyawa
|
|
4
|
Israfil
|
Peniup sangkakala
|
|
5
|
Raqib
|
Pencatat amal baik
|
|
6
|
Atid
|
Pencatat amal jelek
|
|
7
|
Munkar
|
Penanya orang mati
|
|
8
|
Nakir
|
Penanya orang mati
|
|
9
|
Malik
|
Penjaga neraka
|
|
10
|
Ridwan
|
Penjaga surga
|
1.
Jibril,
malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi. Para malaikat yang
bertugas menyampaikan ilham kepada manusia, jin dan hewan berada di bawah
kepemimpinannya. Bahkan di antara malaikat yang sepuluh, malaikat Jibril adalah
yang paling mulya. Beliau adalah Ar-Ruhul Qudus yang telah membimbing dan
menguatkan Nabi Isa dalam menjalankan tugas kenabian. Jibril pula yang
menyampaikan firman kepada Nabi Muhammad dan mengajari beliau SAW. Dan Jibril
tidak pernah ‘salah alamat’.
2.
Mikail,
malaikat yang mengurus rizqi semua makhluq Allah.
3.
Ridwan,
malaikat penjaga surga.
4.
Malik,
malaikat penjaga neraka. Beliau membawahi banyak malaikat yang bermuka garang.
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan
dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk
jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab
menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya
orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan
supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir
(mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu
perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya
dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang
mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain
hanyalah peringatan bagi manusia. [QS. Al-Muddatstsir: 31].
5.
Raqib,
malaikat pencatat amal baik.
6.
‘Atid,
malaikat pencatat amal buruk. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya
dari pada urat lehernya, ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya,
seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu
ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang
selalu hadir.
7.
Munkar
.
8.
Nakir,
para malaikat yang menanya di alam qubur.
9.
Izrail,
malaikat pencabut nyawa. Beliau juga punya bawahan yang sangat banyak.
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. [QS Al-An'am: 61]
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. [QS Al-An'am: 61]
10. Israfil, malaikat
peniup sangkakala tanda kiamat dan berbangkit.
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). [QS. Az-Zumar (39): 68].
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). [QS. Az-Zumar (39): 68].
E. KEDUDUKAN MANUSIA DAN MALAIKAT
Antara manusia dengan
malaikat terdapat hubungan yang sangat erat. Kedua
ciptaan Allah tersebut telah diciptakan Allah sejak dahulu kala. Di samping
itu, antara manusia dengan malaikat terdapat persamaan dan perbedaan. Di antara
persamaan dari kedua makhluk tersebut adalah :
a.
Sama-sama
makhluk Allah
b.
Sama-sama
berkewajiban menyembah kepada Allah
c.
Sama-sama
memiliki akal
Sedangkan perbedaan antara manusia dengan
malaikat adalah:
|
No
|
Manusia
|
Malaikat
|
|
1
|
Diciptakan dari tanah
|
Diciptakan dari cahaya
|
|
2
|
Berjenis kelamin
|
Tidak berjenis kelamin
|
|
3
|
Memiliki nafsu
|
Tidak memiliki nafsu
|
|
4
|
Bisa dilihat (makhluq kasar)
|
Tidak bisa dilihat (makhluq halus)
|
|
5
|
Akalnya bersifat dinamis
|
Akalnya bersifat statis
|
|
6
|
Tidak terjaga dari dosa
|
Terjaga dari dosa
|
F. HIKMAH IMAN KEPADA MALAIKAT
Kewajiban beriman kepada Malaikat ini
memiliki beberapa hikmah yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Di antara
hikmahi tersebut adalah :
a.
Meningkatkan
keimanan manusia kepada Allah, mengingat Malaikat merupakan salah satu
ciptaan-Nya
b.
Membentuk
jiwa seorang muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah, karena iman kepada
Allah dan iman kepada Malaikat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa
dipisahkan
c.
Mendorong
manusia untuk senantiasa bertindak hati-hati, karena dia menyadari bahwa setiap
perbuatannya selalu diawasi oleh para Malaikat
d.
Mendorong
manusia untuk selalu meningkatkan amal baik, karena manusia menyadari bahwa
sekecil apapun tindakan baiknya akan dicatat oleh Malaikat
e.
Menghindarkan
diri manusia dari perbuatan tercela yang akan menurunkan martabat dan derajat
dari manusia itu sendiri
G. Perilaku Beriman Kepada Malaikat
Sebagai muslim yang memiliki iman kepada
Malaikat, seseorang akan menunjukkan beberapa perilaku yang mengindikasikan
dari rasa keimanannya itu sendiri. Di antara tanda-tanda perilaku dari orang
yang beriman kepada Malaikat antara lain :
a.
Bertindak hati-hati dalam berperilaku keseharian
b.
Memiliki kepedulian social dalam hidup dengan masyarakat
sekitar
c.
Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri tauladan
bagi lingkungannya
d.
Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu
ke waktu
e.
Berpikiran positif terhadap berbagai kejadian yang
terjadi sekitarnya
Sesungguhnya malaikat memenuhialam semesta
ini, sampai tak ada satu jengkalpun didunia ini kecuali mereka ada disana.
Sebab itulah, Rasulallah melarang kita untuk menghadap kiblat atau
membelakanginya ketika buang air kecil dan buang air besar. Untuk menghormati
para malaikat yang sedang melakukan sholat dan menghadap qiblat. Oleh karena
itu, iman kepada mereka hukumnya wajib.
Contoh- contoh perilaku beriman kepada malaikat:
1.
Berkata
jujur, menepati janji, dan menjaga amanah.
2.
Sabar,
syukur, ikhlas, tawakal.
3.
Selalu
mengerjakan perintahnya dan menjahui larangannya.
Dan diantara sifat- sifat yang harus dijahui yaitu:
1.
Sifat
marah dan kesenangan
Kemarahan adalah bencana yang merusak akal.
Apabila akal sedang lemah, menyeranglah bala tentara syaitan itu, lagi pula
setiap manusia yang marah, syaitan selalu mempermainkannya sebagaimana seorang
anak kecil mempermainkan bola. Dan benar- benar telah disebutkan bahwa
sementara wali- wali Allah berkata pada iblis: "perhatikanlah padaku
bagaimana cara engkau menguasai anak cucu Adam". Dia berkata:" aku
menangkapnya ketika marah dan senang.
2.
Sifat
Tama' (mengharap) Manusia
Benar- benar telah diriwayatkan dari sofwan
bin salim, sesungguhnya iblis menjelma keada Abdullah bin Hadlola dan berkata
padanya". hi ibnu hadhola, hafalkanlah sesuatu dariku, aku akan
mengajarkannya padamu". Berkatalah Abdullah bin Hadholah padanya: aku
tidak butuh itu". Iblis berkata: perhatikanlah. Kalau dia baik bisa kau
ambil dan kalau buruk kau bisa menolaknya. Hai ibnu hadhola, janganlah engkau
meminta pada manusia dengan permintaan mengharap dan perhatikan bagaiman engkau
waktu marah, karena aku menguasaimu ketika engkau marah".
Dari contoh- contoh diatas, kita bisa
mengambil kesimpulan bahwa jangan sekali- kali kalian melakukan perbuatan yang
tidak sesuai syariat. Karena malaikat selalu bersama kita untuk mencatat semua
amal perbuatan kita.[6]
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
• Malaikat terkadang disebut Al- mala, Al-ala (kelompok tertinggi) adalah makhluk tuhan yang diciptakan dari an- nur(cahaya).
• Maksud iman kepada malaikat adalah mengimani bahwa
mereka adalah perantara antara Allah dan rosulnya, dalam menurunkan kitab-
kitabNya dan menyampaikan perintah dan larangannya.
• Perilaku beriman kepada malaikat, seperti: berkata
jujur, menepati janji dan menjaga amanah.
DAFTAR PUSTAKA
agama, k. (2014). Aqidah akhlak.
jakarta: kementrian agama.
Ghazali, I.
(2005). Membersihkan Jiwa dari Sifat Tercela untuk Meraih Sifat Terpuji.
Surabaya: Bintang usaha Jaya.
Indonesia, E.
N. (1989). Ensiklopedia Nasional Indonesia, Jilid VII. Jakarta: PT.
Cipta Adi Pustaka.
Labib. (2005). Penciptaan
Nur Muhammad sebelum Kejadian Makhluk. Surabaya: Bintang Usaha Jaya.
Shaleh, A.-U.
M. (2005). Apakah yang Dimaksud dengan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.
sukoharjo: An-Najiyah.
Zalni, S.
(1981). Nilai Iman. Surabaya: Usajha Nasional.
[1] Syahminan Zalni, Nilai Iman (Surabaya: Usajha Nasional, 1981)
[2] Ensiklopedia Nasional Indonesia, Jilid VII (Jakarta: PT. Cipta
Adi Pustaka, 1989).
[3] Akidah akhlak/Kementrian Agama.(jakarta:Kementrian Agama 2014).
[6] Ghazali, Imam. Membersihkan Jiwa dari Sifat Tercela
untuk Meraih Sifat Terpuji. Surabaya: Bintang Usaha Jaya

No comments:
Post a Comment